Sang Pemburu

Tampilannya biasa saja. Tak nampak istimewa sebagaimana orang-orang yg sepertinya. Ia tlah berubah, dalam beberapa sikapnya. Tak seperti dulu. Ia Semakin pendiam, waspada mungkin tepatnya, kala ia tlah menetapkan jalan hidupnya sebagai seorang pemburu. Terlebih saat ayahnya mewarisi senapan sniper untuk berburu. Ia terima takdirnya meneruskan warisan leluhurnya yg lebih dahulu menjadi pemburu.

Tlah banyak cabikan, gigitan dan terkaman binatang buas meninggalkan bekas luka di tubuhnya. Menyadarkan ia untuk lebih berhati-hati melangkah menembus belantara rimba raya. Ia tak ingin lagi gegabah melangkah diantara semak belukar. Menembus ilalang dan padang gersang. Atau lembabnya hutan tropis yg eksotis.

Hutan mengajarinya untuk trus belajar membaca situasi. Suara alam melatih pendengarannya makin tajam. Indera penciumannya menyesuaiakn kebutuhannya. Meski tak setajam hewan buruannya. Instingnya kian terasah. Ya, ia perlahan merubah dirinya menyesuaikan alam barunya. Hutan, rimba, savana, dan pesona alam liar lainnya.

Ia tlah mahir membaca jejak-jejak yang tertinggal di alam. Jejak yg jelas bahkan tersamar dapat ia baca seiring instingnya yg seolah menyesuaiakan sebagai hewan buruannya. Ya, ia seolah bersikap seperti buruannya. Bagaimana makannya, caranya bejalan, hidup, tidur dan sebagainya. Ia pelajari detail. Hingga ia sangat mengenal buruannya.

Bahkan kala buruannya kian cerdik. Ya, kala ada yg mencoba menghapus jejak. Ia tlah dapat membacanya. Bahkan saat jejak telah dihapus sekalipun, ia dapat membacanya. Bahkan semakin menajamkan untuknya membaca jejak-jejak lain serupa diberbagai medan. Yang samar, yang sedikit atau yang terkamuflase sekalipun.

Ia sosok yang tidak mudah tergoda buruan lain serupa. Kala ia tetapkan buruannya adalah panther, maka ia tak akan mengalihkan perhatiannya kala seekor cheetah melintas di depannya. Bagaimanapun cheetah itu mungkin nampak lebih mudah ia lumpuhkan.

Aneh memang. Ia lah sang Pemburu.. Yang dalam beberapa tahun ke depan akan kuterima warisan senjata snipernya itu… Ijinkan aku belajar terus sepertimu, sang Pemburu… Ijinkan aku meneruskan langkahmu, Ayahku…

Posted with WordPress for BlackBerry.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s