Belajar Cinta dari Bumi

|Dan Hatipun iri pada Bumi yang basah dini hari.
|Saat gemericik air hujan terisak perlahan.
|Ketika gemuruh dan guntur teredam lirih, tanpa teriakan.

|Dan Jiwapun malu pada embun yang tertunduk jatuh dari ujung dedaunan.
|Memastikan dirinya tersungkur sujud di daratan.
|Ketika banyak ruh berkelana sejenak, terpisah dari badan.

|Maka Nuranipun hanya mematung, diam.
|Meraba segalanya dari bagian yang terdalam.
|Ada yang hilang, ada yang remuk redam.
|Adakah semua kan beralih dari hitam?

#RAC #belajarlagi_lagibelajar

Iklan

2 comments on “Belajar Cinta dari Bumi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s