Cahaya Bungaku

10898064_10152952638179020_1220866366967865141_n

Waktu lama mengiringi
Berjubah sunyi bertahta sepi
Tiada kawan tuk berbagi
Hanya senyap setia temani diri

Bukan aku tak mau
Lepas dari jemu yang membelenggu
Bukan aku tak ingin
Berbagi hangat enyahkan dingin

Tak terlarang orang menilai
Tak mengapa orang memandang
Mungkin benar jika kulalai
Barangkali memang diriku gamang

Maka kuberanikan menggores tinta
Berharap akan ada cahaya menyapa
Meski sadar diri nan papa
Walau tahu diri tiada daya

Kupikir detik kan lebih lama berdetak
Kukira waktu kan lebih lama menunggu
Namun kabar itu membuatku tersentak
Hingga jantung seolah berhenti melaju

Seberkas cahaya tertangkap mataku
Setangkup bunga harumi hidungku
Adakah benar dia pelita jiwa yang kurindu
Bolehkah aku memetik bunga itu

Tiada ragu saat kudengar melodinya
Tak ada bimbang kala kubaca geraknya
Namun adakah juga berlaku sebaliknya
Ah aku tak peduli, dan kuyakini hatiku saja

Setidaknya aku tak salah menangkap cahaya
Setidaknya aku takkan menyesal memilih bunga
Andaipun cahaya itu bukan penerangku
Meskipun bunga itu bukan untukku

Namun syukur tak dapat kubendung
Tapi nikmat tak dapat kutampung
Kala cahaya bersedia terangi mendung
Saat bunga mewangi hilangkan murung

Maka nikmat Tuhanku yang manakah kan kudustai….
Maka nikmat Tuhanku yang manakah kan kudustai….

@rullyaguscandra

#insanbiasa #RnD #sakinahbersamamu

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s