Catatan Cinta Menjelang Tarawih

antarafoto.com

Erich Fromm menyatakan, sebagian dari kita sesungguhnya tengah terperangkap dalam pasungan zaman modern. Sebagian dari kita bahkan tengah tidak mampu menjawab problem keterasingan atau problem alienasi. Manusia terasing di tengah gegap gempita kehidupan dan peradaban. Manusia teralienasi di tengah kebisingan industri dan teknologi informasi. Jiwa menjadi kering dan terasing. Pada titik itu, yang mereka perlukan adalah cinta.

Cinta itu seperti seni, kata Erich Fromm. Dia harus dirawat dan diperjuangkan. Cinta tidak tumbuh liar di hutan tak bertuan. Justru cinta harus dijaga agar selalu tumbuh dan berkembang. Inilah cinta yang dewasa. Baca lebih lanjut

Iklan

Izinkan Aku Meminangmu

Perempuan sepertiku tak banyak.
Jangan tertipu oleh angka statistic yang mengatakan, perbandingan lelaki dan perempuan melebihi 1 : 4. Ada banyak kaum hawa di luar sana, tetapi percayalah, yang sepertiku hanya terbatas jumlahnya. Kalau kau bertanya-tanya, seperti apakah aku hingga sedemikian yakinnya, silakan renungkan.

Image

Aku dan Dirimu

Antara aku dan dirimu dibatasi oleh rasa malu dan cinta.
Aku mencintai Robb ku melebihi segalanya, setingkat di bawahnya adalah lelaki paling mulia bernama Muhammad ibn Abdillah Saw. Setingkat di bawahnya adalah para shahabat, para salafus sholih. Setingkat di bawahnya lagi adalah para ulama dan ustadz di zaman ini yang selalu menyiangi taman hatiku dengan nasihat mereka. Layer terbawahnya adalah dirimu.
Jangan khawatir, aku selalu menyisihkan waktu untuk mendoakanmu menjadi pemimpin sejati, meski porsimu hanya kecil di hatiku.
Cintaku padamu, meski tak mutlak, tetap utuh dan sempurna. Sebab ia disempurnakan oleh rasa malu. Malu pada Robb ku jika aku masih meminta sesuatu pada sesuatu selain dariNya. Malu pada Nabiku yang dalam pikirannya hanya terpikir ummat, ummat, ummat; tak tersedia secuil hasrat cinta picisan yang mungkin, sesekali masih menghampiri makhluk sepertiku. Baca lebih lanjut

SEMUA BISA MENJADI PEMENANG

Yes, All of we, could be a winner. Check this great inspiration article from ustad Akhmad Arqom :

“Temuilah siapa saja dalam hidup ini , pasti ia pernah jadi pemenang dalam hidupnya “
Saya benar benar semakin tersadar dengan kalimat diatas seiring dengan bertambahya usia saya serta semakin banyaknya saya bertemu dan mendengar kisah hidup dari beragam orang.

KITA SEMUA ADALAH PEMENANG Baca lebih lanjut

TUMBUH LEBIH BERKUALITAS DARI KEGAGALAN

Alhamdulillah, menjelang subuh, mendapat inspirasi dari tulisan Ust. Akhmad Arqom. Berisikan bagaimana mengelola kegagalan agar lebih meningkatkan kualitas diri. Semoga bermanfaat.

Jika kegagalan kita maknai sebagai belum berhasilnya kita melaksanakan , mencapai dan meraih sesuatu yang kita inginkan dalam hidup maka kegagalan memiliki arti penting untuk kita pelajari.

Seperti juga kemenangan , kegagalan dalam kadar tertentu akan semakin membuat kita tumbuh sebagai manusia kokoh dan berkualitas, asal kita bisa memandang dan menyikapi kegagalan seperti berikut : Baca lebih lanjut