Catatan Cinta Menjelang Tarawih

antarafoto.com

Erich Fromm menyatakan, sebagian dari kita sesungguhnya tengah terperangkap dalam pasungan zaman modern. Sebagian dari kita bahkan tengah tidak mampu menjawab problem keterasingan atau problem alienasi. Manusia terasing di tengah gegap gempita kehidupan dan peradaban. Manusia teralienasi di tengah kebisingan industri dan teknologi informasi. Jiwa menjadi kering dan terasing. Pada titik itu, yang mereka perlukan adalah cinta.

Cinta itu seperti seni, kata Erich Fromm. Dia harus dirawat dan diperjuangkan. Cinta tidak tumbuh liar di hutan tak bertuan. Justru cinta harus dijaga agar selalu tumbuh dan berkembang. Inilah cinta yang dewasa. Baca lebih lanjut

Ramadhan apa kabar?

Hai Ramadhan, apa kabar mu di sana? Tak terasa hampir satu tahun kita berpisah. Tanpa suara tanpa berita.

Hai Ramadhan, bagaimana keadaanmu? Ah pastilah kau tetap cantik tak pernah berubah. Memancarkan pesona indahmu pada siapapun yang menantimu.

Hai Ramadhan, kau terasa begitu dekat, tapi aku tak tahu mampukah aku meraihmu, menggapaimu dalam pelukku. Baca lebih lanjut

Aku kan merindumu… (Ramadhan)

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua telah terencana oleh Allah sang Maha Pengatur. Demikian juga Pertemuan kita, tentulah atas ijin dari-Nya. Kuharap pertemuan kita dalam naungan Maghfiroh Allah, dalam dekapan Rahmat-Nya dan juga dalam Keagungan Cinta-Nya. Sadarkah engkau, bahwa Pesonamu tlah memaksaku tersenyum. Keindahanmu menuntutku bersyukur. Dan Kemuliaanmu menjadikan rebutan setiap insan, tak terkecuali diriku.

Wajar saja kau dinantikan oleh hamba-hamba-Nya. Yaitu hamba-hamba-Nya yang beriman. Adakah aku termasuk di dalamnya? (semoga, amin). Yaitu hamba-hamba-Nya yang diharapkan menjadi bertaqwa setelah menemuimu. Adakah aku termasuk di dalamnya? (semoga, amin). Baca lebih lanjut

Ramadhan Jangan Pergi…

Apakah aku siap hadapi perpisahan ini? Sedangkan kemesraan yg tercipta, masih ingin kurasakan lebih lama denganmu. Kau tlah ajari diri ini, Kau didik jiwa ini, Kau bimbing hati ini dengan sgala pesona & keindahanmu.

Apakah aku siap hadapi perpisahan ini? Sedangkan Aku masih haus, aku masih butuh, aku masih ingin terus belajar mencintaimu. Karna belum sempurna kumencintaimu. Maka ijinkan aku tetap mencoba mencintai, di sisa waktu kita. Dipenghabisan pertemuan kita.  Ramadhan… kembalilah lain waktu. Aku akan tetap menunggu kembalinya dirimu.

 

25 Ramadhan 1432 H / 25 Agustus 2011