#SaveEgypt

Lapar hausnya siang malam| Dalam balutan kelam mencekam| Harta nyawa rela diserahkan| Melawan…melawan kedzaliman & ketidak adilan|

Damai tetap ditampakkan| Taat dijaga sedemikian| dan iman…iman tak goyah haluan|

Wahai Penggenggam Ramadhan…| Wahai Sang Penentu kesyahidan| JanjiMu tlah datang| Berpulang para insan pilihan| Tertunai surga oleh darah dan nyawa| Terbayar pula ujian terberat bagi para hamba|

Berkahilah…berkahilah bumi Mesir-Mu yang kini terbakar| Rahmatilah… Rahmatilah… Setiap jengkal tanahnya dengan seluas-luasnya RahmatMu…| Ampunilah… Ampunilah kami yang lemah tak banyak kuasa| Ampunilah kami yang geram dalam airmata doa| Ampunilah kami yang masih bergelimang dosa|

#SaveEgypt #StopMassacreInEgypt #RamadhanMubarokInEgypt #RAC

Posted from WordPress for BlackBerry.

Belajar Cinta dari Bumi

|Dan Hatipun iri pada Bumi yang basah dini hari.
|Saat gemericik air hujan terisak perlahan.
|Ketika gemuruh dan guntur teredam lirih, tanpa teriakan.

|Dan Jiwapun malu pada embun yang tertunduk jatuh dari ujung dedaunan.
|Memastikan dirinya tersungkur sujud di daratan.
|Ketika banyak ruh berkelana sejenak, terpisah dari badan.

|Maka Nuranipun hanya mematung, diam.
|Meraba segalanya dari bagian yang terdalam.
|Ada yang hilang, ada yang remuk redam.
|Adakah semua kan beralih dari hitam?

#RAC #belajarlagi_lagibelajar

Kala Fajar

|Purnama tak lagi nampak sempurna

|Ia sembunyi berselimut awan tipis

|Adakah ia malu pada Tuhannya?

|Ataukah pada Mentari yang sesaat lagi bercahaya?

|Tersadarkah ia, bahwa kilau tubuhnya bukan miliknya?

|Meski ia terlihat terang di antara bintang kecil sekitar

|Ia hanyalah memendarkan cahaya sang surya

|Tak bersinar tak berdaya

|Namun ia tetap setia

|Menghibur pengelana malam kala gulita

 

#RAC #kalafajar

Maafkan anakmu Bunda

Lupakah diri akan sosok yang sangat berarti?
Sosok yang sepatutnya kita cintai, dan selamanya kita cintai.
Yang cintanya tlah mengalir di seluruh nadi.
Yang Kasihnya tetap berhembus abadi.

Lupakah diri akan sosok yang sangat berjasa?
Sosok yang kedudukannya setelah Allah dan RasulNya.
Yang karena sayangnya pula kita ada.
Yang atas ketulusannya jua kita nyata. Baca lebih lanjut

Abdi Hati Mati Pati

Maafkan aku tuan, aku tak merespon dengan jelas atas tanyamu…
Kutahu atas maksudmu…
Kaupun tlah mengutarakan maumu…
Namun hanya senyuman sementara yang kuberikan,
Dengan iringan canda tawa mencairkan…

Adakah kecewa kau pendam?
Semoga tidak demikian…

Aku abdimu tuan…
Tiada maksud ku melawan…
Atau bahkan menentang…
Aku hijau tak sebiru warnamu tuan…

Adakah kecewa kau pendam?
Semoga tidak demikian…

Tuanku tlah lebih dulu berpengalaman…
Asam garam tlah kau habiskan…
Bukti kebenaranpun kau rasakan…
Tak seperti diriku yang awam…
Yang masih sering merasakan demam…

Adakah kecewa kau pendam?
Semoga tidak demikian…

Andai tuan dapat meraba ke dalam…
Pastilah tuan kan rasa,
Bagaimana sebenar isi dan alunannya…
Bagaimana nyanyian dan melodinya…

Ada ingin yg berontak namun terkurung…
Ada mau yg berteriak tapi terkedap…
Ada sumber yang menetes tak sampai meluber…
Ada hening yang gamang tak sampai berenang…

Satu kata masih kusimpan tuan…
Satu asa masih kuredam…

Adakah kecewa kau pendam?
Semoga tidak demikian…
Maafkan aku tuan…
Kelak kau akan tahu semua terang benderang…

#abdiyangbelajarmengabdi

Posted from WordPress for BlackBerry.